"Kita ini sepasang kaki..aku terbiasa berlari..cobalah mengimbangi…"

"Bisa sedikit pelan kaki kanan? Aku agak kelelahan.."

"Ayolah..jangan lemah! Kita harus cepat sampai tujuan. Apa perlu aku menyeretmu?"

"Jangan…aku sanggup sendiri. Tapi jangan secepat ini…"

"Iya…aku tak akan sanggup terus menyeretmu..teruslah berusaha menjajari langkahku.."



Kau mengeluh tentang awan hitam
Tentang hujan yang mungkin segera datang
Dan aku tak segera bergegas pulang

Kau keluhkan tentang jalan terjal
Yang kau rasa kau daki sendirian
Sedang aku hanya melihat dari kejauhan

Kau mengeluh soal panjang malam jauhnya siang
Gelap tak jua sirna
Katamu..aku tak cukup lama kau genggam



Aku tak pernah tahu alasan jelas kau mencitrakan dirimu banal, dangkal, binal dan kasar.
Atau kenapa kau suka mengumpat, suka mengatakan hal hal yang sarkas.

Tak heran..banyak orang menganggap kamu menyebalkan!

Tapi mereka tak pernah menatap matamu..melihat sinar cinta dan harapan disitu.
Mereka tak pernah tau, bagaimana kau memperlakukan kekasihmu secara istimewa. Mengorbankan segalanya..demi yang kau cinta.
Dan kau setia..seperti mentari kepada pagi.
Mereka tak pernah melihatmu menangis..melihatmu merasa di titik nadir.
Mereka tak pernah tahu..seberapa kuat agamamu, sholatmu, dan amalan amalannya.
Mereka tak pernah melihat kemurahan hatimu, setia kawanmu, dan baktimu pada ibu.

Sebaiknya mereka tak perlu tahu..
Karna bila mereka melihat itu, akan jatuh cinta padamu. Seperti aku….



As usual, there is a great woman behind every idiot.
John Lennon (via feellng)

Ahahaha…



Ini tema perbincangan dengan teman sore ini
Him : “kamu mau apa?”
Me : “mau pelan pelan..nikmati peran”
Him : “kalo harus berganti peran mau jadi apa?”
Me : “mau jadi ikan karna rentang ingatan ikan cuma 2 menit. Jadi aku hidup untuk saat itu, ga perlu mikir masa depan atau masa lalu..hahaha”
Him : “kalau aku mau jadi belatung. Mau sebaik apa juga orang tetep jijik. Jadi aku ga ada tendensi dalam melakukan sesuatu”

Hahaha…pembicaraan absurd…

Ini tema perbincangan dengan teman sore ini
Him : “kamu mau apa?”
Me : “mau pelan pelan..nikmati peran”
Him : “kalo harus berganti peran mau jadi apa?”
Me : “mau jadi ikan karna rentang ingatan ikan cuma 2 menit. Jadi aku hidup untuk saat itu, ga perlu mikir masa depan atau masa lalu..hahaha”
Him : “kalau aku mau jadi belatung. Mau sebaik apa juga orang tetep jijik. Jadi aku ga ada tendensi dalam melakukan sesuatu”

Hahaha…pembicaraan absurd…



Kalau kau marah aku akan mencoba membuatnya reda
Kalau aku marah cobalah membuat reda
Bila tidak..kita pasti berhenti bersama


Hati boleh kesal..
Tapi cinta tak kenal menyesal…


Ibu..malam ini aku rindu tanganmu mengelus rambutku
Aku mau merebahkan kepala di pangkuanmu..
Lalu mengaku..aku jatuh hati pada seorang lelaki

Tentu kau akan kecewa dengan pengakuanku, karna aku jatuh cinta tidak pada saat yang semestinya.

Tapi aku mencintai lelaki ini ibu..
Seperti sungai mencintai samudera, padanya segala rasaku bermuara
Seperti puisi mencintai senja, dia keindahan yang dihadirkan semesta
Seperti penulis mencintai aksara, karenanya hidup menjadi terbaca
Seperti burung mencintai angkasa
Seperti itu, aku memujanya..

Bukan hendak menambah bebanmu..
Ibu..maukah kau memafkanku?
Lalu memberikan restu?



Suatu saat, kau akan mengingatku sebagai sesuatu yang tidak akan kau temui pada siapa pun.
(via kotak-nasi)

Sesuatu yang paling sendu dan paling kau rindu



Aku tergesa..katanya kau segera tiba. Padahal waktu baru menunjuk pukul dua, kereta tiba pukul berapa?

Stasiun kereta, setengah tiga, kau belum juga nampak membawa cinta.

Aku membaca, berusaha menidurkan resah dengan menekuni kalimat kalimat sastra. Namun debar lebih hingar dari lalu lalang manusia.

Kereta tiba..tiga lebih seperempat.
Aku melihat senyummu pertama kali..gelisah pergi.

Setengah berlari kamu menghampiri “boleh pagar ini aku lompati?” Aku tertawa geli..kemudian mencium pipi kanan kiri.

Ada tivi dikepalaku, adegannya itu melulu. Kamu dan senyummu, serta ciuman pipi pertama kali..